[REVIEW] Drama dengan Balutan Komedi: “MAMA CAKE”

     Film ini menceritakan tentang 3 orang sahabat yakni Rakha, Willy dan Rio yang masing – masing diperankan oleh Ananda Omesh, Boy William, dan Arie Dagienkz. Film yang beraliran drama, dengan selipan komedi dan hal yang berbau religi dan mistis. Hal ini terjadi dikarenakan saat ketiga sahabat ini pergi ke Bandung untuk membeli brownies yang diinginkan oleh nenek Rakha yang sakit keras. Hal ini membuat mereka harus pergi ke Bandung dan membeli brownies tersebut. Cerita ‘Mama Cake” lebih menekankan pada perjalanan mereka dari Jakarta – Bandung hingga pada perseteruan yang terjadi di antara ketiga sahabat ini sampai dengan mereka kembali ke Jakarta.

  Pada perjalanan cerita film “Mama Cake”, bukan hanya sekedar menceritakan tentang kisah percintaan yang klasik dan persahabatan sejati yang biasa saja, melainkan banyak sekali twist dalam alur cerita. Banyak aktor dan aktris terkenal yang menjadi pemeran pembantu di film ini untuk membangun suasana pada cerita tersebut. Misalnya saja Dinda Kanya Dewi yang tampil sebagai Mawar yang bertemu secara tidak sengaja dengan Rakha di toko “Mama Cake” dan juga ada Didi Petet sebagai seorang penduduk lokal Bandung. Dengan efek – efek yang diberikan pada film ini, terlihat cukup berlebihan dan sangat mengganggu, seperti menggambarkan akhir dari dunia yang padahal ketiganya hanya bermimpi.

     Kemudian dari religi dan mistisnya adalah film ini menjelaskan bagaimana sebagai seorang muslim harus menjalankan shalat yang baik. Berbalik dari religinya, dengan hal mistis yang disuguhkan ini yaitu saat Rakha sendiri ke rumah sakit untuk menemui neneknya yang ternyata sudah meninggal, akan tetapi masih hidup di mata Rakha. Ada beberapa bagian dari film ini yang menunjukkan unsur kekerasan dan pornografi di mana kejahatan terjadi di Bandung. Dari segi content, film ini mengajarkan kita untuk menghargai loyalitas persahabatan, keinginan untuk masa depan, hidup beragam, dan juga menjalankan amanah yang diberikan. Akan tetapi dari segi negatifnya, dari segi visual dan cara penyampaian maknanya masih kurang bagus dengan banyak menimbulkan teka teki pada film itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s